Kamis, 13 Januari 2005
Maaf…
Hanya itu kata yang mampu terucap
Bukan inginku..
Bukan pula karena kulupa
Tapi kini…
Hari tlah berlalu
Waktu terus berjalan
Entah apa aku harus mengatakannya
Aku bingung…Aku malu
Tiba-tiba engkau menghubungiku
Menanyakan kabar
Mengadukan isi hatimu
Menceritakan segala susahmu
Sahabat…
Itu yang pantas kusebut untukmu
Di kala yang lain sibuk sendiri
Engkau selalu menghubungiku
Walau tidak menentu waktunya
Maafkan aku duhai sahabat
Aku tidak jujur tentangku
Aku tidak bisa mengungkapkannya
Dan itu kurasakan kini
Aku tidak sebahagia mereka
Aku merasa bahwa kita beda
Bahwa kita bukan layaknya teman
Kita tak pernah tau rumah masing2
Kita tak pernah jalan bersama
Tapi hati kita slalu bersama
Selasa, 17 November 2009
JUST YOU, MY SUPERSTAR
05 (Inspired by someone in 1979)
First I saw you…I feel nothing
When I heard you, I feel empty
But when I knew that You made all of those great album
My mind thinking different about you
And Now…I’m crazy ‘bout You
It makes me want to know all about You
All the media I’ve read, I listen it
And I’m verry happy
if You perform live on TV
You are superstar now
But your attitude still ordinary
Hope someday I can contact You
Communicate like a closely friend
Cause I really LOVE your personality
Even You’re not a superstar
Even You’re not have anything in life
JUST YOU…
First I saw you…I feel nothing
When I heard you, I feel empty
But when I knew that You made all of those great album
My mind thinking different about you
And Now…I’m crazy ‘bout You
It makes me want to know all about You
All the media I’ve read, I listen it
And I’m verry happy
if You perform live on TV
You are superstar now
But your attitude still ordinary
Hope someday I can contact You
Communicate like a closely friend
Cause I really LOVE your personality
Even You’re not a superstar
Even You’re not have anything in life
JUST YOU…
Kegundahanku
Kegundahanku 05
Jika rasa itu datang,
Jika rindu kian menggelora,
Tidaklah cukup bagiku kini
Hanya melihat gambarmu
Jika bayanganmu hadir
Jika impian itu terus datang
Haruskah aku menghapusnya ?
Haruskah aku menghilangkannya ?
Apa yang harus kulakukan ?
Apakah aku harus menghubungimu ?
Atau ku langsung menemuimu ?
Sudikah dirimu bertemu muka denganku ?
Aku tidak tahu…
Sekedar Angan yang Indah
(Senin malam menjelang tgl 5 Oktober 2004)
Sekedar Angan yang Indah
Tak sadar anganku melayang jauh
Jauh…jauh…jauh menuju angkasa
Membayangkan khayalan indah
Yang hanya dapat kunikmati
Sepenggal waktu
Dalam angan kumelihat engkau,
duduk di teras sebuah rumah
Rumah mungil yang elok,
dengan halaman luas penuh bunga
yang menebarkan aroma tiada tara
Lalu aku pun melihat seorang bocah lelaki
Bocah kecil itu bermain riang di pangkuanmu
sambil mendengarkan nada lembut yang kau petik
dari senar gitar yang tidak pernah kau lepaskan
Yang senantiasa mengiringimu kemanapun kau pergi
Dan tampak pula olehku seorang wanita disisimu
Ia sibuk dengan sesuatu dalam gendongannya
Rupanya ada bayi mungil dalam gendongan itu
Lalu mereka …. tertawa riang bersama
Tampak jelas olehku bahwa mereka bahagia
Oh…..begitu indahnya kehidupan mereka
Seperti tiada beban membelenggu mereka
Seperti tiada hari buruk bagi mereka
Sepertinya kesengsaraan jauh dari mereka
Tuhan….
Akankah kudapat merajut hidup ?
Akankah kuraih kehidupan indah itu ?
Akankah impian bersamanya menjadi nyata?
Belum sempat kudengar jawaban dariMu, Tuhan…
Tiba-tiba terhenyak aku menyadari bahwa,
itu hanyalah sebuah angan…
Angan yang tak mampu terwujud,
Angan yang hanya akan menjadi angan belaka
Karena….
Bagiku kau terasa begitu jauh,
tak tersentuh oleh diriku ini
dan aku pun tak berani untuk mendekatimu
Sebab kutahu pasti, aku akan kalah dari mereka
Yang juga mencintaimu
Sekedar Angan yang Indah
Tak sadar anganku melayang jauh
Jauh…jauh…jauh menuju angkasa
Membayangkan khayalan indah
Yang hanya dapat kunikmati
Sepenggal waktu
Dalam angan kumelihat engkau,
duduk di teras sebuah rumah
Rumah mungil yang elok,
dengan halaman luas penuh bunga
yang menebarkan aroma tiada tara
Lalu aku pun melihat seorang bocah lelaki
Bocah kecil itu bermain riang di pangkuanmu
sambil mendengarkan nada lembut yang kau petik
dari senar gitar yang tidak pernah kau lepaskan
Yang senantiasa mengiringimu kemanapun kau pergi
Dan tampak pula olehku seorang wanita disisimu
Ia sibuk dengan sesuatu dalam gendongannya
Rupanya ada bayi mungil dalam gendongan itu
Lalu mereka …. tertawa riang bersama
Tampak jelas olehku bahwa mereka bahagia
Oh…..begitu indahnya kehidupan mereka
Seperti tiada beban membelenggu mereka
Seperti tiada hari buruk bagi mereka
Sepertinya kesengsaraan jauh dari mereka
Tuhan….
Akankah kudapat merajut hidup ?
Akankah kuraih kehidupan indah itu ?
Akankah impian bersamanya menjadi nyata?
Belum sempat kudengar jawaban dariMu, Tuhan…
Tiba-tiba terhenyak aku menyadari bahwa,
itu hanyalah sebuah angan…
Angan yang tak mampu terwujud,
Angan yang hanya akan menjadi angan belaka
Karena….
Bagiku kau terasa begitu jauh,
tak tersentuh oleh diriku ini
dan aku pun tak berani untuk mendekatimu
Sebab kutahu pasti, aku akan kalah dari mereka
Yang juga mencintaimu
Langganan:
Komentar (Atom)