(Senin malam menjelang tgl 5 Oktober 2004)
Sekedar Angan yang Indah
Tak sadar anganku melayang jauh
Jauh…jauh…jauh menuju angkasa
Membayangkan khayalan indah
Yang hanya dapat kunikmati
Sepenggal waktu
Dalam angan kumelihat engkau,
duduk di teras sebuah rumah
Rumah mungil yang elok,
dengan halaman luas penuh bunga
yang menebarkan aroma tiada tara
Lalu aku pun melihat seorang bocah lelaki
Bocah kecil itu bermain riang di pangkuanmu
sambil mendengarkan nada lembut yang kau petik
dari senar gitar yang tidak pernah kau lepaskan
Yang senantiasa mengiringimu kemanapun kau pergi
Dan tampak pula olehku seorang wanita disisimu
Ia sibuk dengan sesuatu dalam gendongannya
Rupanya ada bayi mungil dalam gendongan itu
Lalu mereka …. tertawa riang bersama
Tampak jelas olehku bahwa mereka bahagia
Oh…..begitu indahnya kehidupan mereka
Seperti tiada beban membelenggu mereka
Seperti tiada hari buruk bagi mereka
Sepertinya kesengsaraan jauh dari mereka
Tuhan….
Akankah kudapat merajut hidup ?
Akankah kuraih kehidupan indah itu ?
Akankah impian bersamanya menjadi nyata?
Belum sempat kudengar jawaban dariMu, Tuhan…
Tiba-tiba terhenyak aku menyadari bahwa,
itu hanyalah sebuah angan…
Angan yang tak mampu terwujud,
Angan yang hanya akan menjadi angan belaka
Karena….
Bagiku kau terasa begitu jauh,
tak tersentuh oleh diriku ini
dan aku pun tak berani untuk mendekatimu
Sebab kutahu pasti, aku akan kalah dari mereka
Yang juga mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar